Saturday, October 29, 2011
Post 4 Riset Hotel
Berikut data beserta grafik tabel hasil riset dari tiga hotel : Tune Hotel Kuta Bali, Formule1 Hotel Menteng Jakarta, dan Amaris Hotel Cihampelas Bandung yang di booking 8 kali reservasi pada hari dan tanggal yang sama periode tertentu. Jenis kamar yang di booking yaitu deluxe room selama satu malam.
Dari ketiga data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebijakan harga yang diterapkan oleh Tune hotel dan Formule1 hotel dipengaruhi oleh tanggal reservasi, namun untuk Formule1 hotel perbedaan harga yang ditawarkan tidak terlalu signifikan. Untuk Amaris hotel kebijakan harga yang ditawarkan tidak dipengaruhi oleh tanggal reservasi melainkan dipengaruhi oleh event-event tertentu, contohnya terlihat pada grafik Amaris Hotel terjadi lonjakan harga pada tanggal 22 Desember karena berdekatan dengan hari Natal dan tahun baru. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa ketiga hotel ini menerapkan prinsip mix marketing yaitu price, dengan cara penyesuaian harga. Banyaknya orang yang melakukan kegiatan liburan pada saat event tertentu seperti Natal dan tahun akan membutuhkan tempat untuk menginap. Hal ini dimanfaatkan oleh hotel untuk menaikkan harga kamar untuk memperoleh keuntungan lebih. Namun kebijakan ini dapat membuat tamu berfikir kembali untuk menginap di hotel tersebut karena harus mengeluarkan biaya yang relatif mahal..
Post 3 Paket produk di Hotel
Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan pada saat Job Training di hotel, saya akan membuat satu produk hotel berbintang empat yang disesuaikan dengan event yang sedang terjadi, misalkan pada saat menyambut bulan ramadhan. Hotel akan membuat satu promosi di coffee house yaitu menyediakan makanan berbuka puasa khas bulan Ramadhan serta makanan-makanan khas negara Saudi Arabia seperti nasi biryani, nasi kabsa, kambing asap, daging unta, sambosa, kurma, buah zaitun dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan berbeda-beda, berkisar antara Rp.249.000++/orang sampai dengan 399.000++/orang dengan sistem buffet all you can eat. Pembelian tiga hari pertama dan tiga hari terakhir bulan Ramadhan akan mendapatkan diskon 20%, pembelian secara group lebih dari dua puluh orang akan mendapatkan diskon 10%, anak-anak dan orangtua diatas umur 65tahun dikenakan biaya setengah harga.Untuk memasarkan paket produk ini dapat dilakukan dengan cara menyebarkan informasi promosi ini melalui staff kepada guest reguler maupun bukan yang berada di hotel, melakukan acara amal seperti membagikan tajil ke jalan-jalan yang disertakan dengan brosur, memasang iklan melalui internet seperti website, blog, jejaring sosial, email dsb, untuk menarik perhatian tamu datang ke hotel.
Thursday, October 27, 2011
Post 2 Konsep Mix Marketing di Hotel
Berikut adalah contoh konsep mix marketing yang dapat dilakukan/sudah dilakukan di sebuah hotel :
1. Product (produk)
Produk utama yang dijual di hotel adalah kamar untuk tamu menginap. Selain kamar, hotel juga menyediakan fasilitas lainnya seperti restauran untuk menikmati produk Food and Beverage, Ballroom, Fitness Center, Swimming pool, Business Center dan lain sebagainnya.
2. Price (harga)
Harga yang ditawarkan di hotel sangatlah bervariasi disesuaikan dengan keadaan tertentu contohnya yaitu harga berdasarkan season, harga berdasarkan tingkat occupancy, harga karyawan, harga promosi, harga paket, harga untuk long staying guest dan lain sebagainya. Berbagai macam harga ini digunakan untuk menarik perhatian banyak tamu agar datang dan menginap di hotel.
3. Place (tempat)
Lokasi suatu hotel menentukan jenis hotel itu sendiri, salah satu contohnya adalah bisnis hotel, lokasinya pasti berada di daerah perkantoran dan tamu yang datangnya pun orang-orang bisnis yang bekerja disekitar hotel. Biasanya bisnis hotel dibangun di pusat kota yang lokasinya mudah dijangkau oleh para pebisnis dan memiliki akses yang mudah ke berbagai tempat. Apabila sudah mengetahui tamu-tamu mayoritasnya yang datang, maka hotel dapat menentukan fasilitas-fasilitas yang akan disediakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para tamu. Untuk bisnis hotel ini sendiri biasanya mengutamakan fasilitas-fasilitas bisnis seperti meeting room, ballroom, business centre, dsb. sebagai fasilitas utama yang ditawarkan kepada tamunya.
4.Promotion (promosi)
Promosi dilakukan untuk menarik perhatian tamu agar datang menginap di hotel. Promosi yang dilakukan di hotel biasanya disesuaikan dengan event yang sedang terjadi. Hotel menawarkan promosi terutama promosi harga pada saat-saat tertentu contohnya pada event hari raya, hotel akan memberikan harga spesial untuk menikmati promosi makanan khas hari raya bagi para tamu yang menginap. Hotel melakukan promosinya dengan berbagai macam cara, misalnya dengan memasang spanduk, baliho di jalan-jalan, menyebarkan flyer, dsb. Adapula cara promosi lainnya seperti yang dilakukan oleh hotel tempat saya job training yaitu dengan cara melakukan kegiatan amal seperti membagikan tajil di bulan puasa. Di jaman modern ini hotel juga sudah menggunakan internet sebagai medianya melakukan promosi. Hotel menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk menyebarkan promosi serta informasi-informasi lainnya untuk menarik perhatian para tamu.
1. Product (produk)
Produk utama yang dijual di hotel adalah kamar untuk tamu menginap. Selain kamar, hotel juga menyediakan fasilitas lainnya seperti restauran untuk menikmati produk Food and Beverage, Ballroom, Fitness Center, Swimming pool, Business Center dan lain sebagainnya.
2. Price (harga)
Harga yang ditawarkan di hotel sangatlah bervariasi disesuaikan dengan keadaan tertentu contohnya yaitu harga berdasarkan season, harga berdasarkan tingkat occupancy, harga karyawan, harga promosi, harga paket, harga untuk long staying guest dan lain sebagainya. Berbagai macam harga ini digunakan untuk menarik perhatian banyak tamu agar datang dan menginap di hotel.
3. Place (tempat)
Lokasi suatu hotel menentukan jenis hotel itu sendiri, salah satu contohnya adalah bisnis hotel, lokasinya pasti berada di daerah perkantoran dan tamu yang datangnya pun orang-orang bisnis yang bekerja disekitar hotel. Biasanya bisnis hotel dibangun di pusat kota yang lokasinya mudah dijangkau oleh para pebisnis dan memiliki akses yang mudah ke berbagai tempat. Apabila sudah mengetahui tamu-tamu mayoritasnya yang datang, maka hotel dapat menentukan fasilitas-fasilitas yang akan disediakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para tamu. Untuk bisnis hotel ini sendiri biasanya mengutamakan fasilitas-fasilitas bisnis seperti meeting room, ballroom, business centre, dsb. sebagai fasilitas utama yang ditawarkan kepada tamunya.
4.Promotion (promosi)
Promosi dilakukan untuk menarik perhatian tamu agar datang menginap di hotel. Promosi yang dilakukan di hotel biasanya disesuaikan dengan event yang sedang terjadi. Hotel menawarkan promosi terutama promosi harga pada saat-saat tertentu contohnya pada event hari raya, hotel akan memberikan harga spesial untuk menikmati promosi makanan khas hari raya bagi para tamu yang menginap. Hotel melakukan promosinya dengan berbagai macam cara, misalnya dengan memasang spanduk, baliho di jalan-jalan, menyebarkan flyer, dsb. Adapula cara promosi lainnya seperti yang dilakukan oleh hotel tempat saya job training yaitu dengan cara melakukan kegiatan amal seperti membagikan tajil di bulan puasa. Di jaman modern ini hotel juga sudah menggunakan internet sebagai medianya melakukan promosi. Hotel menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk menyebarkan promosi serta informasi-informasi lainnya untuk menarik perhatian para tamu.
Post 1 Konsep Marketing Mix
Marketing mix merupakan salah satu konsep marketing yang sudah modern pada saat ini. Konsep ini digunakan para marketer untuk membuat suatu keputusan menentukan barang di pasaryang sesuai dengan sasaran serta untuk mendapatkan nilai/tanggapan positif pasar. Mix atau campur disini bermaksud satu konsep yang terdiri dari beberapa kegiatan yang merupakan inti dari suatu sistem pemasaran yaitu product, price, promotion, dan place (4P). Sesuai dengan perkembangan jaman, konsep ini pun ikut berkembang yaitu dikenal dengan 7P dengan penambahan people, physical evidence, dan process.
1. Product (produk)
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan atau dijual pada suatu pasar baik berbentuk jasa maupun barang dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar itu sendiri. Produk disini dapat berupa tangible ataupun intangible, untuk mendapatkan produk yang baik, perusahaan harus mengetahui kebutuhan pasar dengan cara penelitian agar dapat menciptakan produk yang sesuai dengan pasar.
2. Price (harga)
Harga adalah suatu alat ukur suatu barang yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang/jasa yang mereka inginkan. Harga sangat berpengaruh terhadap hasil penjualan sebab harga dapat mempengaruhi suatu perusahaan bersaing dalam merebut konsumen. Dalam menentukan harga perusahaan harus sangat berhati-hati, harus melakukan beberapa riset mengenai potensi pasar.
3. Promotion (promosi)
Promosi adalah usaha perusahaan atau individu memasarkan barang/jasanya kepada masyarakat luas dengan cara yang bermacam-macam salah satunya memberikan informasi mengenai produknya melalui berbagai macam media baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan promosi, kita dapat memperkenalkan produk-produk baru yang kita jual.
4. Place (tempat)
Tempat disini biasa dikenal dengan proses penyaluran barang ke tempat tertentu atau bisa juga disebut distribusi. Barang yang dihasilkan oleh para produsen biasanya tidak langsung dijual kepada konsumen, tetapi mereka salurkan ke tempat-tempat tertentu agar produk tersebut mudah dijangkau. Pendistribusian barang ini dapat melalui agen, pengecer, pedagang, dll. Pemilihan tempat juga perlu diperhatikan sebab dapat mempengaruhi pandangan/tanggapan konsumen terhadap produk itu sendiri.
Perbedaan konsep mix marketing dalam bidang jasa dan barang adalah terdapat pada konsep tambahan 3P tadi. Dalam bidang jasa sangatlah diperlukan 3P tersebut sebab kita berhungan langsung dengan konsumen, jasa yang diberikan disini bersifat intangible, hanya dapat dirasakan namun tidak berwujud. Contohnya di hotel. Sebaliknya, apabila dalam bidang insutri barang kita hanya perlu menggunakan konsep 4P saja sebab kita tidak secara langsung berhubungan dengan konsumen. Dengan menerapkan konsep 4P tadi sudah dapat dikatakan baik atau goods.
1. Product (produk)
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan atau dijual pada suatu pasar baik berbentuk jasa maupun barang dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar itu sendiri. Produk disini dapat berupa tangible ataupun intangible, untuk mendapatkan produk yang baik, perusahaan harus mengetahui kebutuhan pasar dengan cara penelitian agar dapat menciptakan produk yang sesuai dengan pasar.
2. Price (harga)
Harga adalah suatu alat ukur suatu barang yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang/jasa yang mereka inginkan. Harga sangat berpengaruh terhadap hasil penjualan sebab harga dapat mempengaruhi suatu perusahaan bersaing dalam merebut konsumen. Dalam menentukan harga perusahaan harus sangat berhati-hati, harus melakukan beberapa riset mengenai potensi pasar.
3. Promotion (promosi)
Promosi adalah usaha perusahaan atau individu memasarkan barang/jasanya kepada masyarakat luas dengan cara yang bermacam-macam salah satunya memberikan informasi mengenai produknya melalui berbagai macam media baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan promosi, kita dapat memperkenalkan produk-produk baru yang kita jual.
4. Place (tempat)
Tempat disini biasa dikenal dengan proses penyaluran barang ke tempat tertentu atau bisa juga disebut distribusi. Barang yang dihasilkan oleh para produsen biasanya tidak langsung dijual kepada konsumen, tetapi mereka salurkan ke tempat-tempat tertentu agar produk tersebut mudah dijangkau. Pendistribusian barang ini dapat melalui agen, pengecer, pedagang, dll. Pemilihan tempat juga perlu diperhatikan sebab dapat mempengaruhi pandangan/tanggapan konsumen terhadap produk itu sendiri.
Perbedaan konsep mix marketing dalam bidang jasa dan barang adalah terdapat pada konsep tambahan 3P tadi. Dalam bidang jasa sangatlah diperlukan 3P tersebut sebab kita berhungan langsung dengan konsumen, jasa yang diberikan disini bersifat intangible, hanya dapat dirasakan namun tidak berwujud. Contohnya di hotel. Sebaliknya, apabila dalam bidang insutri barang kita hanya perlu menggunakan konsep 4P saja sebab kita tidak secara langsung berhubungan dengan konsumen. Dengan menerapkan konsep 4P tadi sudah dapat dikatakan baik atau goods.
Thursday, October 13, 2011
re-open the blog
This is the third time I open a blog and I was shocked! I feel very different only for a few months ago. This childish. Hahaha.. Many events that can happen in a few months. Maybe now I have a bit of progressive as a result of my job training, a journey in another country==> Malaysia for almost 6 months. Maybe I'll share it later. What an amazing journey I guess. hhmm... One of my lecturer this morning said to keep writing the blog, so I re-open this blog. besides, he will give the exam tasks through this blog. Its a good things for this age. so, WELCOME BACK REVIRA :D
Subscribe to:
Posts (Atom)